Introduction

Kadang Koding Indonesia adalah sebuah startup yang bergerak di bidang teknologi, khususnya dalam layanan pembuatan website. Saya pertama kali mengenal Kadang Koding Indonesia melalui media sosial, Instagram, ketika sedang mencari program magang mandiri sebagai mahasiswa tingkat akhir. Salah satu postingan menarik di akun @bosmagangcom memperkenalkan saya pada Kadangkoding, dan dari situlah ketertarikan saya dimulai.

Desain flyer Kadang Koding Indonesia yang segar dan menarik membuat saya semakin penasaran untuk menggali informasi lebih dalam. Salah satu program magang yang ditawarkan adalah di bidang UI/UX Design, yang sesuai dengan minat dan latar belakang saya sebagai mahasiswa Ilmu Komputer. Ditambah lagi, nama “Kadang Koding Indonesia” terasa sangat relate dengan dunia coding, sehingga menjadi nilai tambah bagi saya untuk memilih perusahaan ini.

Setelah mengirimkan lamaran dan menjalani proses interview, saya diminta membuat tampilan website UI undangan digital sebagai tes kemampuan. Tidak lama kemudian, saya diterima untuk bergabung sebagai maganger Kadang Koding Indonesia di bidang UI Design dan Graphic Design.

 

Experience

Selama magang, tugas saya beragam dan cukup menantang. Saya dibagi ke dalam dua bidang utama: UI Design dan Graphic Design. Untuk tugas UI Design, saya diminta mendesain ulang UI undangan digital dalam format desktop dan mobile dengan delapan tema—empat tema bebas dan empat tema nuansa Indonesia—menggunakan Figma.

Di bidang Graphic Design, tugas saya adalah membuat Invitation Kit yang terdiri dari elemen-elemen cetak seperti front-cover, back-cover, envelope, dan souvenir tag. Desain ini dibuat menggunakan Adobe Illustrator, dengan tema yang harus konsisten dengan UI Design yang saya buat sebelumnya.

Salah satu tantangan utama adalah mengatur waktu dan fokus, terutama karena ini pengalaman pertama saya bekerja secara remote. Namun, bimbingan dari mentor saya, Mbak Nana, sangat membantu. Beliau dengan sabar memberikan arahan dan masukan yang membuat saya terus belajar dan berkembang.

Sebagai contoh, saat membuat tema pertama untuk UI undangan digital, saya sempat kehabisan ide. Tapi dengan arahan Mbak Nana, saya berhasil menciptakan konsep desain yang lebih baik di tema-tema berikutnya. Hal yang sama terjadi ketika saya harus membuat Invitation Kit—awalnya saya merasa deg-degan, tapi dengan semangat belajar, saya mampu menyelesaikannya.

 

Highlight Projects

  1. Project: UI Design for Digital Wedding Invitation
    Saya belajar membuat UI Design One Page Website untuk undangan pernikahan. Total ada delapan tema yang saya buat, dengan elemen-elemen design seperti: 

    • Content-1: Highliht nama mempelai, waktu, dan tempat resepsi



    • Content-2: Countdown Acara



    • Content-3: Informasi Mempelai



    • Content-4: Kisah Perjalanan Cinta Mempelai




    • Content-5: Detail Waktu, Tempat, dan Lokasi Acara



    • Content-6: Galeri Foto Mempelai



    • Content-7: Form untuk pesan kepada mempelai



    • Footer: Informasi tentang pembuat website


      Pengalaman ini membuat saya memahami bagaimana menyusun informasi penting dalam website yang tidak hanya terlihat menarik secara visual, tapi juga tetap user-friendly


  2. Project: Invitation Kit Design
    Di project ini, saya belajar membuat desain Invitation Kit untuk undangan cetak dengan elemen-elemen seperti:

    • Front-cover: Highlight nama mempelai serta waktu dan tempat acara.
    • Back-cover: Detail informasi acara dan fasilitas tamu
    • Envelope: Nama mempelai, waktu, tempat, dan nama tamu undangan
    • Souvenir Tag: Elemen kecil untuk mempercantik undangan
      Tema Invitation Kit ini harus selaras dengan tema UI Design yang dibuat sebelumnya. Proyek ini membantu saya memahami cara menyampaikan informasi seacar efisien dalam desain cetak.

       Berikut salah satu Invitation KIt untuk tema Mahogany


 

What I Learned

Pengalaman magang di Kadang Koding Indonesia benar-benar mengasah kemampuan saya sebagai desainer pemula. Saya belajar banyak hal baru, seperti:

  • Mendesain UI yang tidak hanya estetis, tetapi juga memikirkan sudut pandang pengguna.
  • Mengelola waktu secara efektif untuk menyelesaikan proyek dalam tenggat waktu.
  • Mengubah ide abstrak menjadi desain visual yang konkret.
  • Beradaptasi dengan kerja remote sambil tetap menjaga komunikasi yang baik dengan mentor dan tim.

 

Testimonials & Reflections

Kadang Koding Indonesia memberikan pengalaman magang yang sangat berharga. Saya merasa sangat terbantu dengan bimbingan mentor, Mbak Nana, yang multitalenta dan sangat sabar. Saya juga terinspirasi oleh profesionalisme Mas Dinar sebagai CEO dan Mas Eki di bidang programming. Meskipun saya hanya magang, saya merasakan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung untuk terus belajar.

Pesan saya untuk Kadangkoding: tetaplah menjadi startup yang inovatif dan menginspirasi. Semoga bisa menjadi salah satu Top 10 Startup di Indonesia!

Sebagai penutup, pengalaman ini mengajarkan saya bahwa proses belajar tidak hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana kita tumbuh dan berkembang selama perjalanan. Terima kasih, Kadang Koding Indonesia, atas kesempatan dan pelajaran berharganya!

0 Comments

Leave a comment