Di era digital, hampir semua aktivitas harian kita melibatkan layar belajar online, bekerja, scrolling media sosial, nonton YouTube, bahkan baca buku pun lewat e-reader. Tapi sadarkah kamu bahwa terlalu lama menatap layar bisa memengaruhi kesehatan mata? Mulai dari mata kering, buram, cepat lelah, hingga gangguan jangka panjang seperti minus yang bertambah. Karena itu, menjaga mata bukan lagi soal ke dokter mata saja. Kamu bisa mulai dengan gaya hidup sehat yang mendukung kesehatan mata setiap hari.

 

Apa yang Terjadi Jika Kita Terlalu Lama Menatap Layar?

Terlalu sering menatap layar tanpa jeda bisa menyebabkan suatu kondisi yang disebut Digital Eye Strain (DES) atau yang juga dikenal sebagai Computer Vision Syndrome. Gejalanya antara lain mata terasa pegal, penglihatan buram, mata kering, sakit kepala, hingga nyeri di area leher dan bahu akibat postur tubuh yang tidak ideal saat menggunakan perangkat digital. Salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah menurunnya frekuensi berkedip saat menatap layar. Normalnya, manusia berkedip sebanyak 15-20 kali per menit, namun saat fokus pada layar, angka ini bisa turun drastis hingga hanya 5-7 kali per menit.

Akibatnya, mata menjadi kering dan iritasi. Tak hanya itu, setelah menatap layar dalam waktu lama, banyak orang merasa sulit untuk fokus kembali pada objek jarak jauh. Hal ini menunjukkan adanya penurunan kemampuan akomodasi mata. Lebih buruk lagi, kebiasaan ini jika dibiarkan dapat meningkatkan risiko gangguan refraksi seperti rabun jauh (miopia), terutama pada anak-anak dan remaja yang banyak menghabiskan waktu di depan gawai. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menjadi semakin parah dan memengaruhi kualitas hidup.

Gaya Hidup Sehat untuk Menjaga Kesehatan Mata

  1. Metode 20-20-20
    Metode 20-20-20 adalah strategi yang efektif untuk mengurangi kelelahan mata akibat penggunaan layar digital. Prinsipnya adalah setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki. Teknik ini bermanfaat untuk merilekskan mata dan mengurangi ketegangan akibat menatap layar terlalu lama. Jika diterapkan secara rutin, cara ini dapat meningkatkan kenyamanan saat belajar atau bekerja di depan layar.
  2. Pentingnya Pencahayaan yang Ideal
    Pencahayaan yang tidak memadai dapat memperparah ketegangan mata saat menggunakan perangkat digital. Oleh karena itu, pastikan pencahayaan ruangan cukup terang namun tidak menyilaukan. Hindari pantulan cahaya pada layar dengan menyesuaikan posisi sumber cahaya dan perangkat. Atur tingkat kecerahan layar agar sesuai dengan kondisi sekitar. Mengaktifkan mode malam atau menggunakan filter cahaya biru juga bisa memberikan perlindungan ekstra bagi mata.
  3. Penyesuaian Posisi Layar dan Jarak Pandang
    Layar yang terlalu dekat atau jauh dari mata dapat menyebabkan ketegangan. Usahakan layar sejajar dengan pandangan mata dan berjarak sekitar 50–70 cm. Menjaga postur tubuh yang baik juga penting untuk mengurangi tekanan pada mata dan leher. Posisi yang ergonomis membuat mata tidak perlu terus-menerus menyesuaikan fokus, sehingga lebih nyaman dan sehat.
  4. Pemakaian Kacamata Anti Cahaya Biru
    Kacamata pelindung cahaya biru berfungsi melindungi mata dari dampak buruk paparan cahaya dari layar digital. Menggunakannya dapat mengurangi risiko kelelahan mata dan gangguan tidur. Pilih kacamata dengan lensa berkualitas tinggi dan perlindungan UV untuk menjaga kesehatan retina. Menjadikan kacamata ini sebagai bagian dari rutinitas harian dapat meningkatkan kenyamanan dan kesehatan mata.
  5. Mengedipkan Mata Secara Teratur
    Saat menatap layar terlalu lama, frekuensi berkedip cenderung menurun, yang bisa menyebabkan mata kering dan iritasi. Berkedip secara rutin membantu menjaga kelembapan alami mata. Bila perlu, gunakan tetes mata untuk menghindari kekeringan, apalagi di ruangan ber-AC. Kebiasaan ini merupakan langkah alami untuk mendukung kesehatan mata.
  6. Asupan Makanan Bergizi untuk Mata
    Asupan nutrisi yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan mata dalam jangka panjang. Konsumsilah makanan yang kaya vitamin A, C, dan E seperti sayuran hijau, wortel, ikan, dan kacang-kacangan. Kandungan omega-3 pada ikan berlemak juga membantu menjaga kelembapan mata. Menerapkan pola makan sehat dapat mendukung kesehatan mata sekaligus tubuh secara keseluruhan.
  7. Pentingnya Pemeriksaan Mata Rutin
    Selain menjaga pola hidup, pemeriksaan mata rutin juga berperan penting untuk mendeteksi penyakit mata serius seperti glaukoma, katarak, hingga degenerasi makula yang sering terjadi seiring bertambahnya usia. Pemeriksaan ini bahkan bisa membantu mendeteksi penyakit sistemik seperti diabetes, yang memiliki komplikasi langsung terhadap pembuluh darah mata (retinopati diabetik).
    Pemeriksaan mata bukan hanya untuk mereka yang sudah memiliki gangguan penglihatan. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang merasa matanya sehat pun tetap disarankan memeriksakan mata minimal satu tahun sekali. Dengan deteksi dini, berbagai gangguan bisa dicegah sebelum berkembang lebih parah.
  8. Istirahat yang Cukup
    Kurangnya waktu tidur bisa memperparah kelelahan mata. Pastikan kamu mendapatkan tidur yang cukup setiap malam, sekitar 7-9 jam bagi orang dewasa. Tidur yang cukup membantu mata pulih dari kelelahan setelah seharian beraktivitas. Selain itu, tidur yang berkualitas mendukung regenerasi sel, termasuk sel-sel mata.
  9. Menggunakan Aplikasi Pendukung Kesehatan Mata
    Meskipun perangkat digital kerap menjadi penyebab kelelahan mata, di sisi lain, teknologi juga bisa menjadi solusi untuk melindungi kesehatan penglihatan kita. Saat ini tersedia banyak aplikasi dan ekstensi browser yang dirancang khusus untuk membantu pengguna mengatur waktu layar (screen time), mengingatkan waktu istirahat, dan menyesuaikan pencahayaan layar agar lebih ramah mata.
    Salah satu contoh yang populer adalah f.lux atau fitur Night Shift yang tersedia di berbagai perangkat. Aplikasi ini bekerja dengan menyesuaikan suhu warna layar secara otomatis sesuai waktu, sehingga layar menjadi lebih hangat di malam hari. Hal ini membantu mengurangi paparan cahaya biru yang berlebihan, yang dapat mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur.

Kesimpulan

Di tengah derasnya arus digitalisasi, menjaga kesehatan mata menjadi semakin penting. Kita hidup di zaman di mana layar menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, kesehatan mata tidak boleh dikorbankan demi kenyamanan digital. Dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti aturan 20-20-20, mengatur pencahayaan dan posisi layar, memperhatikan asupan nutrisi, serta melakukan pemeriksaan mata secara rutin, kita bisa mencegah gangguan mata sejak dini. Mata adalah jendela dunia. Menjaganya berarti menjaga kualitas hidup kita. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari bisa berdampak besar dalam jangka panjang. Jadi, yuk mulai sekarang, perhatikan kesehatan mata kita dan jadikan gaya hidup digital yang lebih ramah mata sebagai bagian dari rutinitas harian.

 


 

Credit

  1. Close-up Eye" by Daniil Kuželev on Unsplash, via https://unsplash.com/photos/a-close-up-of-a-persons-eye-with-a-blurry-background-Mkotp_Aghu8. (Unsplash License free to use)

1 Comments

  • Image placeholder

    Dila

    May 11, 2025 at 12:33 pm

    Benar bangat, ini penting nih buat anak IT yang setiap hari berhadapan dengan Laptop/komputer.

    Reply

Leave a comment